ku tau tak ada janji diantara kita, tapi janji itu kusimpan dibalik jendela kenangan. Kau mainkan hati dan perasaanku tanpa engkau sadari, bukan berarti kamu bersalah, namun perasaanku saja yang tak mudah dibohongi angin. di saat aku akan melepaskanmu, kamu selalu hadir disetiap waktu, terbenak di fikiranku. Bukan aku ingin memutuskan silaturahim ini, namun hati ini menembus fikiranku untuk tidak mudah melepaskan semua kenangan. Fsikolog mengajarkanku betapa tak mudah menghapus memori yang sudah bertahun-tahun terjadi. Tapi bagiku itu adalah kenangan yang terindah, yang tak mudah untuk kulupakan dan tak ingin kulupakan sepanjang nafas berhembus.
Sepanjang doa yang Allah dengar dan saksikan sebetulnya sudah Allah jawab tanpa sepengetahuan hambanya yang lemah ini, agar supaya diberikan yang terbaik dan selalu ada dalam bimbinganNya. Ribuan rumus tak dapat memecahkan pertanyaan dan jawaban dariNya, dialah sang maha mengetahui. Namun satu yang kupunya, yaitu keyakinan bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik bagi hambaNya 😇.
Jauh sudah perjalanan itu mengiringi arus nafsu yang tak tau tingkatanya berada dimana. Namun guruku selalu mengajariku agar tetap husnudzon pada siapa saja yang berada dibarisan hatimu, terutama Allah yang harus selalu paling terdepan. Ya, Allah yang memberimu perasaan. Susah senang sedih semuanya ciptaan yang harus dilalui makhluk hidup yang semuanya sudah diatur dengan teliti.
Kata-katapun terhambat bagaikan pipa yang di dalamnya terisi batu keras sehingga air susah keluar, sedikit demi sedikit, tak mudah mengeluarkanya, goresan demi goresan pasti terjadi.
Hanya satu permintaanku, berilah aku jawaban yang simple dan jelas. Karena aku yakin rumus tuhan ada padamu, ya padamu, seorang wanita yang Allah ciptakan untuk diperkenalkan padaku, selama hidup ini dan banyak memberiku pelajaran darinya.
Jari-jariku ini Allah gerakan untuk menuliskan kata-kata yang jauh dari kesempurnaan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar